Transformasi Digital di Perusahaan Logistik Digital Pertama di Indonesia

Transformasi Digital di Perusahaan Logistik Digital Pertama di Indonesia

Paxel adalah perusahaan logistik digital pertama di Indonesia. Sejak pertama kali diluncurkan tahun 2017 lalu, Paxel terus mengalami pertumbuhan. Bahkan di 2020 lalu, data pertumbuhan Paxel menunjukkan hingga 250% dibanding tahun sebelumnya. Sementara kenaikan volume pengiriman terjadi hingga 53,2% selama Ramadan 2022.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Wahyu Pratomo, IT Lead Paxel, dan Hanyda Marlene Sitio, IT Project Manager Paxel, mereka menceritakan perjalanan Paxel, khususnya dari segi teknologi dan transformasi digital, serta langkah apalagi yang akan dilakukan oleh Paxel untuk mempertahankan keberhasilannya.

Tidak pernah berhenti ber-progress

Bagi Wahyu dan Hany, pencapaian yang didapatkan Paxel selama lima tahun ini tentu sangat disyukuri. Oleh sebab itu, rasa terima kasih kepada para pelanggan yang sudah percaya pada setiap layanan Paxel ditunjukkan dengan keinginan untuk terus menjadi lebih baik ke depannya.

“Kita bersyukur banget, terutama Ramadan tahun ini. Cuma karena kita perusahaan berbasis teknologi, maka kita aiming-nya adalah selalu ber-progress, selalu untuk berkembang lebih. Jadi hopefully dari sini kita jadi ada lesson learning untuk kita grow lebih dari kita yang sekarang,” jelas Hany.

Hany pun menegaskan bahwa karena pada dasarnya Paxel adalah perusahaan yang driven by technology, maka Paxel akan terus mempelajari teknologi-teknologi lain yang mungkin bisa membantu Paxel untuk bisa accelerate lebih lagi. 

“Kita rely on teknologi sebetulnya karena yang namanya mesin itu nggak pernah cape. Jadi di situ, banyak hal yang sudah diotomasi, manusia tinggal strategic plan-nya saja,” jelas Wahyu.

Pemanfaatan machine learning dan robotik di Paxel

Saat ini, Paxel telah memiliki rencana-rencana yang akan diterapkan untuk perbaikan ke depan, termasuk soal peningkatan teknologi. “Kita sedang mempersiapkan pemanfaatan machine learning dan robotik sehingga tidak hanya digitalisasi, tetapi logistik ini juga nantinya akan mencakup otomasi,” terang Wahyu,

Robotik dan otomasi ini akan membantu pemrosesan sistem menjadi lebih cepat, sehingga proses pengiriman dan barang sampai ke tangan konsumen juga lebih cepat. Selain itu, teknologi ini bisa menjamin keutuhan barang yang akhirnya membuat kepuasan konsumen terjaga.

Sementara dengan machine learning, data-data yang Paxel miliki dalam beberapa tahun terakhir dapat diolah dan digunakan untuk memproyeksi banyak hal, misalnya menentukan di kota mana Paxel sebaiknya membuka cabang, dengan mitra mana sebaiknya Paxel bekerja sama, hingga layanan seperti apa yang harus segera Paxel kembangkan.

Machine learning akan bisa kasih kita informasi atau insight terkait pengambilan keputusan,” terang Wahyu.

Dua kunci utama dalam pengambilan keputusan

Namun dalam proses pengambilan keputusan (apalagi yang dibantu oleh teknologi), jika tidak didasari oleh landasan yang kuat, seringkali hal ini malah menjadi bumerang. Wahyu menjelaskan bahwa decision support system memang memberi kita data, tetapi saat pengambilan keputusan, semuanya kembali lagi pada manpower-nya.

“Sehingga kalau di Paxel, kita selalu punya dua patokan utama untuk pemilihan setiap teknologi yang akan kita pakai. Setiap perancangan tiap solusi, itu harus memenuhi dua faktor, yaitu valid dan reliable,” jelas Wahyu.

Solusi bisa saja valid, tetapi belum tentu reliable. Sebagai contoh, untuk menghitung jarak antara Bandung – Jakarta menggunakan penggaris tentu masih valid, tetapi tidak reliable. Berbeda dengan menghitung jarak Bandung – Jakarta menggunakan GPS, solusi seperti inilah yang termasuk valid dan reliable.

.

“Jadi patokan utama valid dan reliability ini memang kuncinya supaya teknologi yang kita gunakan tepat guna, tepat sasaran, dan mempermudah dan memperlancar bisnis pada akhirnya,” lanjut Wahyu.

Menggandeng vendor solusi teknologi

Untuk memaksimalkan budget, cost, dan waktu, Paxel tidak menutup kerjasama dengan vendor-vendor solusi teknologi yang ada. Menurut Wahyu, peran vendor solusi teknologi ini sangat diperlukan karena Paxel sendiri pun harus mengejar time to market.

Perjalanan Paxel menemukan vendor terbaik pun beragam. Bisa dari desk research, rekomendasi dari orang lain, hingga mendatangi sebuah expo. Semuanya sama baik, namun jika datang ke sebuah expo, Wahyu menilai bahwa prosesnya penentuannya akan lebih cepat karena pilihan solusi dari setiap masalah sudah tersedia dengan lengkap.

Oleh sebab itu, Paxel sebagai bukti nyata bahwa teknologi dapat meningkatkan efisiensi untuk operasi bisnisnya memercayai Digital Transformation Indonesia Conference dan Expo (DTI-CX) yang akan diselenggarakan tanggal 3-4 Agustus mendatang di JCC Senayan, agar bisa membantu Paxel dan perusahaan-perusahaan lain untuk mendapatkan informasi seputar teknologi dan transformasi digital.

Hopefully DTI-CX ini bisa membantu kita dan company lainnya untuk bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak untuk support transformasi digital di Indonesia,” dukung Hany. 

Menyediakan layanan yang ramah lingkungan

Hany pun menyadari sebagai perusahaan yang bergerak di bidang logistik, maka sedikit banyak ada peran Paxel dalam menyumbang emisi karbon dan menambah sampah. Oleh sebab itu, Paxel secara resmi meluncurkan trial Paxel Electric (motor listrik) untuk mencapai target nol emisi karbon pada 2060, serta memiliki produk Paxel Recycle.

“Kita ingin menjadi company yang bertanggung jawab, makanya kita juga ingin bisa support seluruh ekosistem agar bisa lebih sustainable. Jadi nggak jadi company yang mencari keuntungan saja, tetapi juga bisa balance dengan hal-hal yang bisa membantu supaya kita menjadi lebih baik lagi dalam jangka panjangnya,” jelas Hany.

Sementara dari segi layanan terbaru, dalam waktu dekat Paxel akan meluncurkan Paxel Kargo yang bisa mengirim paket besar hingga 100 km.

“Biasanya kan kita kirim dengan barang kecil-kecil, nah ini yang besar,” tutup Wahyu.

***

DTI-CX adalah sebuah kegiatan expo dan konferensi yang diinisiasi oleh PT AdHouse Clarion Events (ACE) dan bertujuan untuk mempertemukan perusahaan-perusahaan, BUMN, dan pemerintah yang sedang mencari mitra teknologi untuk membantu dan menjalankan transformasi digital, baik dalam hal transformasi sumber daya manusia, transformasi bisnis, hingga transformasi data, dengan solusi yang paling sesuai.

1

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *