dove unilever

Unilever Menerapkan Robot dan AI dalam Produk Kecantikan

Unilever memakai teknologi machine learning pada tahun 1950 an. Sekarag, perusahaan FMCG tersebut melibatkan AI untuk testing dan pengembangan produk.

Kolaborasi ini hasil kerja sama Unilever dengan Alibaba Cloud. Unilever memakai teknologi kecerdasan buatan berbasis cloud dari Alibaba Cloud. Pengunaan dapat mengoptimalkan omnichannel sampai pengumpulan permintaan online dan offline.

Analisa cerdas menjadi solusi Alibaba Cloud untuk membantu membaca pola dan perilaku konsumen Unilever. Dengan begitu, nantinya dapat menentukan keputusan bisnis kedepannya.

Kerjasama Unilever dan Alibaba Cloud memudahkan proses pengenalan perilaku konsumen

Alibaba Cloud
Alibaba Cloud

Fang Jun, VP Data dan Digital Unilever China mengatakan solusi ini dapat mengoptimalkan proses pembelian di Taobao dan Tmail.

Teknologi Alibaba Cloud dapat menerjemahkan sesuai wawasan konsumen. Dampak dari penjualan adalah memperluas penawaran produk di masa depan.

Perubahan pola pembeli membuat pentingnya pemahaman pelilaku konsumen. Pemakaian teknologi Alibaba Cloud memastikan pelanggan memiliki nilai tambah melalui kampanye yang relevan dengan komsumen.

Teknologi dari Alibaba meliputi machine learning dan Artificial Intelligence antara lain : Dataphin, PaaS terpadu untuk pemrosesan dan manajemen informasi cerdas; DB Analytic, Online Analytical Processing (OLAP) terkait layanan database cloud untuk memproses informasi secara realtime; dan Quick BI, analisis bisnis untuk menghasilkan keputusan bisnis.

Unilever mendirikan perusahaan di Liverpool pada tahun 2017

Universitas Liverpool
Universitas Liverpool

Pabrik inovasi bahan (MIF) dibangun Unilever pada tahun 2017. Bangungan ini memiliki luas 120.000 kaki. Pengerjaan ini hasil kerja sama dengan University of Liverpool, dengan lebih dari 250 peneliti.

Pabrik tersebut memakai robot dan AI untuk menguji dan mengembangkan produk dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2022, produk yang dikembangkan teknologi MIF mendorong sepertiga dari penjualan produk.

Produk tersebut antara lain Dove Intensive Repair Shampoo and Conditioner, Living Proof Perfect Hair Day Dry Shampoo dan Hourglass Cosmetics Red 0 Lispic.

Memakai nama dari selebriti dunia

Robot Shirley milik Unilever
Robot Shirley milik Unilever

Robot tersebut memakai nama arits yaitu Ariana, Shirley, dan Gwen. Kehadiran robot ini digunakan untuk proses produksi. untuk melakukan proses produksi.

Force Brush merupakan sikat rambut dengan sensor gaya, suhu, dan suara. Unilever memakai untuk pengembangan Dove Intensive Repair Conditioner dan pengujian penguraian kekusutan rambut.

Sikat rambut mampu mengumpulkan ratusan titik data selama menyikat rambut. Informasi ini berpotensi menjadi pengembangan formula produk.

Sementara, Robot Ariana menyiapkan sampel rambut untuk pengujian laboratorium. Dr. Paul Jenkins, Direktur Penelitian Global Kecantikan mengatakan Robot yang digunakan laboratorium memiliki kemampuan tiga sampai empat orang dalam tugas yang sama.

Robot Shirley, dapat mencuci rambut sebanyak 120 kali dalam 24 jam.

Robot Gwen dapat menguji 96 tabung produk Unilever dalam 24 jam. Pengujian ini untuk menyempurnakan volume dan kepadatan busa produk melalui proses penggabungan air. Semua robot dapat melakukan tugas empat kali daripada manusia.

Manfaat penggunaan robot dalam laboratorium

Robot unilever
Robot dari unilever

Unilever memakai robot di laboratorium karena dapat melakukan tugas tanpa takut cedera. Selain itu, dapat memanipulasi kelembaban, agitas, kecepatan, dan kekuatan dalam eksperiman dan uji coba produk.

Dengan memakai AI, poin data dapat direferensi silang di antara eksperimen untuk menggali potensi produk baru.

“Kami memakai AI untuk efisiensi pemrosesan. Penggunaan ini untuk memahami input dari konsumen yang didapatkan secara aktif dan media sosial. Kami menggunakannya dalam penelitian apakah perlu menggunakan robot.

Unilever berinvestasi dalam robotika, AI, dan komputasi kuantum sebagai kunci inovasi kecantikan selanjutnya” Ujar Dr. Sam Samaras, VP Global Sains dan Teknologi Divisi Kecantikan dan Kebugaran Unilever.

Perusahaan pun membawa lebih banyak robot stationary untuk menghubungkan komputer kuantum yang dapat diaplikasikan pada bisnis. Komputer kuantum adalah area computer science yang mampu memproses penyelesaian masalah lebih kompleks.

Unilever merupakan salah satu anggota GAPMMI

GAPMMI
Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman dalam acara konferensi pers industri mamin di Hannover Messe 2023

Unilever terdaftar sebagai anggota Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI). GAPMII bermula dari ikrar berberapa pengusaha pada tanggal 20 Desember 1975 yang diprakarsai oleh RM. Sabarno Ibnu Harjanto.

GAPMMI sendiri berdiri pada 15 April 1976. Berdirinya PMII didasarkan kesadaran akan untuk memajukan dunia usaha pangan di Indonesia.

Penggunaan robot dan AI pada Unilever adalah salah satu bentuk transformasi digital dalam industri FMCG. Dampak yang dirasakan adalah makin banyak inovasi produk melalui pola perilaku konsumen.

Anda mencari wawasan terkait transformasi digital industri FMGC? Kunjungi DTI-CX pada 26-27 Juli 2023.