Transformasi digital tidak hanya menuntut perubahan teknologi, tetapi juga menuntut peningkatan kompetensi manusia yang menjadi penggerak utama organisasi. Dalam upaya memahami strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) di era digital, tim DTI berkesempatan mewawancarai Yasser M. Syaiful, Country Manager Elsa Speak Indonesia, yang menjelaskan pentingnya adopsi AI-powered learning dalam agenda transformasi SDM.
Yasser menerangkan bahwa pendekatan pembelajaran tradisional tidak lagi mampu menjawab tantangan dunia kerja modern yang terus berubah. Menurutnya, perusahaan perlu beralih ke sistem pembelajaran yang lebih cerdas, adaptif, dan bersifat personal. Teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) memungkinkan proses pelatihan karyawan menjadi lebih terukur dan relevan, karena mampu menyesuaikan materi berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing individu.
“AI bisa membaca kecepatan belajar seseorang, memetakan kelemahan, serta merekomendasikan konten pembelajaran yang paling sesuai,” jelas Yasser. Pendekatan ini, menurutnya, tidak hanya meningkatkan efektivitas pelatihan, tetapi juga mempercepat peningkatan kompetensi, terutama dalam bidang komunikasi dan bahasa asing yang menjadi salah satu fokus Elsa Speak.
Ia juga menambahkan bahwa tren perusahaan saat ini tidak lagi hanya mencari karyawan yang kompeten secara teknis, tetapi juga mereka yang memiliki kemampuan belajar mandiri, adaptif, dan memiliki soft skill yang kuat. Dengan mengadopsi sistem AI-powered learning, organisasi mampu menjembatani kesenjangan keterampilan dan meningkatkan daya saing tim secara keseluruhan.
Sebagai penutup, Yasser menekankan bahwa transformasi SDM harus berjalan seiring dengan transformasi teknologi. “Teknologi bisa dibeli, tapi manusia perlu dikembangkan,” ujarnya.
Untuk menyimak wawancara selengkapnya bersama Yasser M. Syaiful, kunjungi kanal YouTube resmi Digital Transformation Indonesia: