Telecommunication tower with 5G cellular network antenna on city background, Global connection and internet network concept

Melonjaknya Permintaan Menara Telekomunikasi

Indonesia tengah mengalami pertumbuhan signifikan yang membawa peningkatan permintaan terhadap menara telekomunikasi. Menara-menara di Indonesia memegang peran penting dalam memperluas dan meningkatkan konektivitas mobile dan internet di negara ini. Kenaikan pertumbuhan menara-menara ini tidak hanya menandakan ketinggian struktural, tetapi juga merupakan perwujudan sebuah bangsa yang siap menghadapi tantangan dan peluang dari dunia yang berkembang pesat.

Populasi per Menara di Negara-negara Asia Tenggara pada tahun 2022 dan Luas Negara di Asia Tenggara per Menara pada tahun 2022.

Pada ilustrasi di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2022, rasio jumlah penduduk per menara (population/tower) dan luas area per menara (km²/tower) di Indonesia. dalam figur diatas: SEA Country’s Population per Tower in 2022″ dan “Figure 21: SEA Country’s Area per Tower in 2022.” Dilaporkan bahwa setiap menara di Indonesia melayani 2.400 orang dengan jangkauan cakupan sebesar 16,4 km², yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, seperti negara Vietnam yang tiap menara komunikasinya hanya perlu menjangkau 3.5 km² dan mengakomodir 1.102 populasi sehingga kualitas jaringan telekomunikasi dapat lebih maksimal.

Berapa banyak menara telekomunikasi yang sebenarnya ada di Indonesia?

Tercatat sekitar 89.000 menara telekomunikasi hingga tahun 2023, memberikan gambaran konkret tentang dimensi besar infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Mengetahui jumlah menara telekomunikasi ini menjadi landasan yang krusial untuk menyelami perkembangan sistem komunikasi di negeri ini. Data yang diperoleh tidak hanya memberikan wawasan mendalam terkait infrastruktur saat ini, tetapi juga menjadi semakin penting ketika kita menjelajahi lebih dalam tentang tren pasar, kebutuhan, dan tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan, membuka jalan bagi terobosan dan peningkatan signifikan dalam dunia konektivitas.

Selain itu, tingkat penetrasi serat optik ke menara (FTTT) di Indonesia diperkirakan akan mencapai 57% pada tahun 2027, didorong oleh peningkatan permintaan dan kebutuhan yang terus berkembang. Hal ini menggambarkan upaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi di tanah air.

0

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *