pengertian disaster recovery

Pengertian Disaster Recovery, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Disaster recovery merupakan sebuah langkah pencegahan yang efektif untuk melindungi data penting. Sebab, di masa depan potensi keburukan yang mengganggu keamanan data akan selalu terjadi. Terutama pada perangkat lunak agar data tidak hilang begitu saja.

Bagaimana pengertian disaster recovery dan penerapan plan untuk keamanan data Anda. Berikut ini ulasannya

Disaster recovery

Mengamankan data cloud dengan disaster recovery

Disaster recovery merupakan konsep keamanan untuk melindungi semua system, aplikasi, maupun komponen IT dari potensi bencana di masa depan, Bencana yang dimaksud meliputi bencana alam sampai dengan serangan siber.

Dengan kata lain, disaster recovery dilakukan untuk proteksi data dari ancaman di masa depan yang tidak dapat diprediksi. Jika seandainya, perusahaan mengalami serangan yang merusak system dan mengancam data maka tersedia system cadangan supaya aktivitas operasional perusahaan dapat Kembali berjalan.

Target disaster recovery dapat diukur dengan Recovery Point Objective (RPO) dan Recovery Time Objectives (RTO). Untuk proses pemulihan data yang terlindung meliputi prosedur dan kebijakan organisasi agar dapat pulih dengan cepat pasca kejadian bencana.

Cara kerja disaster recovery

Disaster recovery

Membuat cadangan data dan system ke tempat berbeda dari data center utama merupakan bentuk sederhana dari disaster recovery. Apabila terjadi bencana pada data, perusahaan masih bisa beroperasi dengan memakai data cadangan.

Terdapat beberapa Langkah dalam memahami cara kerja disaster recovery, antara lain.

Duplikasi data

Duplikasi data penting perusahaan tidak hanya dilakukan di satu tempat saja. Jika terjadi kerusakan di salah satu pusat data, masih ada data yang tersimpan aman di tempat lain.

Semua data yang terdapat di primary side akan diduplikasi dan tersimpan di secondary site. Tempat penyimpanan data dapat dilakukan secara virtual dan tempat fisik.

Mengaktifkan secondary site

Jika primary site mengalami kerusakan, secara otomatis secondary site akan aktif. Ketika terdampak, primary site akan berhenti beroperasi namun ini hanya berlangsung singkat.

Secondary site akan aktif agar operasional perusahaan dapat berjalan dengan lancar. Walaupun tidak stabil, setidaknya aktivitas harian dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Membangun ulang primary side

Selama secondary site mulai aktif, primary site akan Kembali dibangun. Pembedanya adalah primary site dibangun Kembali dengan infrastruktur baru.

Pembangunan infrastruktur baru primary situ bertujuan agar dapat digunakan kembali setelah bencana selesai. Nantinya, data yang tersimpan di secondary site akan disalin ulang ke primary site supaya tidak mengganggu aktifitas kerja yang sudah berjalan.

Penggantian operasional dari secondary ke primary site

Aktivitas perusahaan dapat Kembali ke tempat asal ketika primary site selesai dibangun. Sebelum digunakan, pastikan seluruh aktivitas data dari secondary site terhenti sejenak. Proses pengalihan seluruh operasional perusahaan dari secondary site ke primary site dapat berjalan dengan baik.

Pentingnya disaster recovery

Perlindungan data

Yang Namanya bencana memang tidak dapat diprediksi. Dalam konteks IT bencana dapat mempengaruhi perlambatan, gangguan dan pemadaman jaringan system IT.

Bentuk bencana yang menyebabkan pemadaman jaringan antara lain

  • Gempa bumi
  • Kegagalan teknologi
  • Kesalahan manusia
  • Ketidakcocokan system
  • Akses tanpa izin dari pihak ketiga

Bencana ini dapat mengganggu operasi bisnis yang mengakibatkan hilangnya pendapatan. Dengan penggunaan disaster recovery membantu organisasi mengatasi gangguan serta memberikan proteksi keamanan data.

Mengapa perusahaan atau organisasi membutuhkan disaster recovery

Agar mampu beroperasi dengan baik, sistem bisnis Anda perlu terus beroperasi selama 24 jam. Ini membuat pentingnya disaster recovery agar bisnis dapat berjalan walaupun sedang terjadi musibah.
Selain untuk jaminan keamanan, ada alasan lain mengapa perusahaan membutuhkan disaster recovery.

Mencegah kehilangan data

Alasan terkuat pemakaian disaster recovery adalah mencegah kehilangan data. Berbagai jenis serangan siber berpotensi untuk mencuri maupun menghapus data bisnis Anda. Terutama data-data kritikal seperti data pelanggan maupun perusahaan.

Menjaga kepuasan pelanggan

Saat bisnis sedang lumpuh, pelanggan bisa saja beralih ke competitor untuk menyelesaikan masalah mereka. Pergeseran ini sering terjadi, namun tidak apabila memakai disaster recovery.

Penggunaan layanan disaster recovery membuat perusahaan tidak mudah kehilangan pelanggan. Namun, Anda perlu menambah biaya lagi untuk mencari pelanggan baru.

Melindungi bisnis

Bisnis manapun di dunia ini rentan terkena musibah maupun serangan yang dapat mengganggu operasional bisnis. Bencana yang tidak segera diatasi membuat operasional bisnis terganggu. Untuk itu, dibutuhkan asuransi untuk melindungi data penting perusahaan.

Disaster recovery menjadi asuransi untuk memproteksi bisnis agar ketika terjadi musibah masih, bisnis dapat beroperasi seperti sedia kala.

Bagaimana cara kerja disaster recovery

Disaster recovery berfokus pada aktivasi dan menjalankan aplikasi dalam beberapa menit setelah pemadaman. Terdapat tiga komponen yang mempengaruhi kinerja disaster recovery.

Preventif

Bisnis membutuhkan perencanaan untuk memastikan semua sistem dapat diandalkan dan aman. Dengan begitu, kemungkinan bencana terkait teknologi dapat diantisipasi.

Pencegahan yang berlaku disini meliputi masalah jaringan, risiko keamanan, dan kesalahan manusia. Maka dari itu, organisasi perlu mengatur peralatan dan strategi yang tepat untuk mencegah bencana yang terjadi.

Salah satu contohnya adalah pengujian sistem perangkat lunak yang memeriksa semua file konfigurasi baru secara otomatis sebelum dapat menerapkan agar mencegah kesalahan konfigurasi dan kegagalan yang terjadi.

Antisipasi

Antisipasi meliputi prediksi bencana yang terjadi di masa mendatang, dan merencanakan prosedur pemulihan bencana yang tepat. Memprediksi ancaman yang terjadi di masa depan memang sulit namun perusahaan masih bisa mencari solusi disaster recovery dengan melakukan analisis dari kejadian di masa lalu.

Salah satu contohnya adalah mencadangkan data bisnis penting ke cloud untuk antisipasi kegagalan di masa mendatang. Cara ini dipakai manajemen data demi menjaga keamanan data.

Mitigasi

Selanjutnya adalah bagaimana bisnis merespon pasca terjadinya bencana. Strategi mitigasi bertujuan mengurangi dampak negatif dalam prosedur bisnis normal.

Terdapat berbagai Langkah-langkah yang dapat digunakan untuk melakukan mitigasi, antara lain

  • Memperbaharui dokumentasi
  • Melakukan pengujian disaster recovery secara teratur
  • Mengidentifikasi prosedur pengoperasian manual seandainya terjadi pemadaman listrik
  • Mengkoordinasi strategi pemulihan bencana dengan personil terkait

Kunjungi Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTICX) pada 26-27 Juli 2023 di Jiexpo Kemayoran. Kunjungi tautan ini untuk informasi dan registrasi.

cloud computing

Penyebab Organisasi Kesulitan Dalam Menerapkan Multi Cloud | Gilland Cardindo – Business Director CloudMile

Multi Cloud adalah pemakaian dua atau lebih cloud berbeda untuk menjalankan aplikasi. Seringkali penerapan dari multi cloud menggabungkan dari public cloud dan private cloud dari provider yang berbeda.

Tujuan utama dari multi cloud memberikan fleksibilitas untuk mengoperasikan lingkungan komputasi untuk tiap beban kerja. Hanya saja penerapannya saat ini masih menjadi kendala.

Berdasarkan riset dari VMWare, 70% perusahaan di Asia Pasific sudah menerapkan operasional multi cloud, namun hanya 38% yang mampu merumuskan strategi secara utuh.

Apa penyebab perusahaan kesulitan menerapkan strategi multi cloud. Ulasan ini akan dijabarkan oleh Gilland Cardindo – Business Director CloudMile.

Hanya beberapa perusahaan yang berhasil mengadopsi multi cloud

Ilustrasi pemakai cloud di berbagai belahan negara

Multi cloud adalah strategi perusahaan memakai dua atau lebih provider cloud. Tujuannya untuk distribusi data, aplikasi, serta kebutuhan pekerjaan. Perusahaan mendapatkan fleksibilitas, aksesibilitas, dan fitur yang berbeda-beda.

Perusahaan perlu melakukan risiko mitigasi, menghadapi dua cloud yang berbeda. Setiap cloud memiliki interface dan sistem yang tidak sama. Konektivitas port tidak sama. Maka dari itu, butuh konsultasi untuk penerapan sistem multi cloud.

Dari sisi manajemen, perusahaan seringkali terkendala dalam memanage dua cloud yang berbeda. Terdapat perbedaan biaya yang menjadi pertimbangan tersendiri oleh suatu organisasi. Bisa jadi satu provider cloud harganya lebih murah, semenatra provider lainnya jauh lebih mahal. Itu tidak bisa dilepaskan dari fitur dan spesifikasi yang ditawarkan.

Data dan aplikasi setiap cloud yang tidak bisa berkomunikasi terjadi disintegration. Proses integrasi memperhatikan platform, perencanaan, desain, serta mengimplementasikan untuk menerapkan strategi multi cloud.

Keamanan data menjadi hal krusial. Konsumen sering berasumsi bahwa sistem keamanan dalam multi cloud sudah terpenuhi. Nyatanya, untuk mengatur multi cloud membutuhkan effort yang lebih besar dengan best practice yang ada.

Kompleksitas menjadi tantangan tersendiri

Melakukan integrasi dan instalasi secara mandiri seringkali menyusahkan perusahaan karena tidak ada pihak ketiga yang memberi konsultasi.

Umumnya, provider cloud menyediakan partner konsultasi untuk perusahaan sebelum melakukan instalasi multi cloud agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Pemahaman tentang multi cloud

pemakian cloud

Organisasi memiliki suatu tujuan akhir untuk melakukan multi cloud. Kebutuhan perusahaan menjadi pertimbangan penting untuk memasang multi cloud.

Orkestrasi, data transfer, mengatur cost, data, dan aplikasi memakai multi cloud. Hal lain adalah kesiapan sumber daya, arsitektur, biaya, dan pengoperasional.

Perlu diketahui, cloud memiliki arsitektur yang berbeda. Dibutuhkan pemahaman untuk saling menyambungkan antara arsitektur dan bisa melakukan komunikasi secara data maupun aplikasi.

Proses penyatuan infrastruktur cloud dapat diibaratkan terdapat dua gedung perkantoran yang saling berdekatan dan ingin dihubungkan. Cara menghubungkan dua gedung perkantoran dengan membuat jalur akses melalui bawah tanah maupun jembatan di atas gedung. Proses jalur dibutuhkan untuk melancarkan komunikasi, operasional, dan transaksi.

Infrastruktur modernisasi, data analitik, machine learning

Infrastruktur IT

Perusahaan startup yang sudah ramah dengan istilah transformasi digital pembahasannya biasanya lebih ke aplikasi modernisasi dan data analitik. Data analitik menjadi dasar untuk melakukan transformasi digital, yang familiar disebut generative AI. Data merupakan sumber untuk AI.

Perusahaan yang kurang familiar dengan digital, sangat disarankan untuk memperbaiki infrastruktur terlebih dahulu. Setelah itu, melakukan eksplorasi cloud seperti pembaharuan aplikasi sampai data analitik untuk penggunaan AI.

Generative AI menjadi familiar karena penggunaan less effort. Namun, penggunaan AI saja tidak cukup. Dibutuhkan data yang kuat dan machine learning yang komprehensif untuk menghasilkan AI dengan akurasi tinggi.

Pendampingan cara memakai AI meliputi pembuatan arsitektur, road map, services, back end. Ujungnya customer dapat menghasilkan suatu output. Keberhasilan output dari prompt dipengaruhi dari jalur yang sudah dibuat dengan dibuat.

Mesin AI butuh dilatih untuk menghasilkan pelayanan dengan tingkat akurasi tertentu. Melatih AI dapat dilakukan dengan menyusun arsitektur terlebih dahulu. Hal lain yang jadi perhatian adalah kesiapan perusahaan untuk pengaplikasian AI yang terdiri dari kesiapan data, arsitektur, training, dan akurasi yang baik.

Pemanfaatan AI di Industri

Pemakaian AI dapat diterapkan banyak hal. Indonesia memiliki roadmap IT yang jelas berbasis IoT dan otomasi. Secara pasar, Indonesia punya potensi yang sangat kuat di SEA.

Walaupun begitu, tetap memperhatikan tujuan akhir dan best practice yang tersedia. Pemakaian teknologi AI dapat dipelajari dan diterapkan untuk tujuan akhir perusahaan.

AI memiliki sisi baik dan buruk

Sisi baik AI adalah menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Hanya memasukan input lalu keluar output yang diharapkan. Walaupun begitu, penggunanya berusaha mengeluarkan inovasi dan produk terbaru dari pemakaian AI.

Sementara, disrupsi terjadi jika perusahaan tidak menerapkan AI untuk memaksimalkan potensi bisnis.
Perusahaan penyedia produk memakai AI untuk menawarkan produk kepada konsumennya. Dengan membaca kebiasaan, recommendation engine akan merekomendasi produk berdasarkan data kebiasaan konsumen yang sudah terkumpul di dalam cloud.

Cloudmile

Konsultasikan kepada CloudMile terkait pemakaian cloud dan AI. Temukan pembahasan solusi komprehensif tentang AI dalam Digital Transformation Indonesia Conference & Expo pada 26-27 Juli 2023 – Grand Ballroom JIEXPO Convention Centre & Theatre, Jakarta.

perbedaan multi cloud dan hybrid cloud

Perbedaan Multi Cloud dan Hybrid Cloud

Multi cloud dan hybrid cloud mengarah pada pengembangan cloud yang terintegrasi. Infrastruktur hybrid cloud menyatu dengan cloud private dan public. Multi cloud memakai dua cloud dari provider yang berbeda.

Cloud merupakan kumpulan penyimpanan terdistribusi dan pemrosesan sebagai entitas tunggal. Dengan sistem cloud, perusahaan mampu meluncurkan sistem komunikasi berkinerja tinggi dan perangkat yang mudah diakses. Dampaknya adalah dapat menyelesaikan tugas dengan jauh lebih baik.

Baca juga : Komputasi Awan Definisi, Jenis Layanan dan Keuntungan

Cloud pada umumnya terbagi dalam tiga jenis yaitu Public, Private, dan Hybrid.

  1. Public cloud : Public cloud memakai infrastruktur yang dapat berbagi dengan konsumen. Dengan cloud ini, setiap data konsumen dan aplikasi dalam cloud tetap tersembunyi dari pelanggan.
  2. Private cloud : Sistem private cloud dimana pelanggan tunggal menikmati akses ke semua sumber daya. Sebagian dari sistem ini berada di lokasi, namun beberapa vendor menawarkan cloud private.
  3. Hybrid cloud : Sistem hybrid menggabungkan akses infrastruktur public dan private untuk memberi fleksibilitas bagai penggunanya. Konfigurasi yang paling umum adalah cloud public untuk data umum. Perpindahan data-data yang kritikal diatur oleh private cloud.


Apa Itu Multi cloud

Multi cloud

Multi cloud merupakan model penyebaran yang memanfaatkan berbagai jenis layanan cloud. Organisasi mampu memakai satu public cloud sebagai database dan public cloud lainnya untuk peningkatan komputasi. Konsep multi cloud memakai layanan cloud computing dari provider yang berbeda.

Ada beberapa pertimbagan mengapa organisasi perlu memakai multicloud diantaranya butuh layanan lain dari provider lain. Tidak ingin memigrasi semua layanan menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih strategi multi cloud.

Perbedaan multi cloud dan hybrid cloud

Perbedaan multi cloud dengan hybrid cloud

Multi cloud dan hybrid cloud mengacu pada penerapan cloud yang mengintegrasikan lebih dari satu cloud. Namun, keduanya memiliki perbedaan jenis infrastruktur yang terlibat.

Selain perbedaan infrastruktur, hal lain yang membedakan dari segi arsitektur hingga kompleksitas.

Berikut ini merupakan perbedaan multi cloud dan hybrid cloud.

Arsitektur

Multi cloud menjangkau beberapa lingkungan public cloud dari provider berbeda. Public cloud dipakai untuk tugas yang berbeda seperti logika program, data base, hingga machine learning dan didistribusikan berdasarkan aplikasi.

Hybrid cloud mencakup dua atau lebih cloud yang berbeda. Arsitektur hybrid cloud digunakan organisasi untuk migrasi aplikasi ke cloud dengan beragam urusan teknis.

Fleksibilitas

Penggunaan multi cloud dari berbagai provider. Arsitektur multi cloud memungkinkan organisasi menghindari penggunaan vendor dan mengoptimalkan pengeluaran cloud. Keputusan ini berdasarkan persyaratan dan faktur bisnis seperti kinerja, fitur, dan letak geografis.

Fleksibilitas arsitektur hybrid cloud menggabungkan keunggulan private cloud dan public cloud.
Keunggulan private cloud antara lain keamanan, control, dan kepatuhan yang lebih besar. Sedangkan public cloud memiliki skalabilitas, efektivitas biaya, dan kemudahan pengguna.

Keamanan

Arsitektur multi-cloud mendistribusi data ke beberapa public cloud untuk meningkatkan keamanan. Ketika memakai penyedia cloud yang berbeda, organisasi memanfaatkan fitur keamanan yang ditawarkan provider.

Lapisan keamanan data sensitif tersedia oleh penyedia cloud dalam arsitektur hybrid cloud. Infrastruktur tersebut membeli kendali yang lebih besar atas langkah-langkah keamanan seperti kontrol akses, enkripsi, dan perlindungan data di cloud pribadi.

Namun, komponen public cloud dapat mengalirkan masalah keamanan untuk melindungi data pelanggaran data. Serta ancaman yang mampu mengganggu integritas dan ketersediaan data.

Kompleksitas

Arsitektur multi cloud melibatkan pemahaman pengelolaan lingkungan public cloud seperti tools, API, maupun interface. Melakukan konfigurasi dan pengelolaan arsitektur memerlukan perencanaan dan koordinasi yang signifikan. Hal ini membutuhkan manajemen berkelanjutan untuk memastikan organisasi mencapai kinerja optimal dan keamanan data.

Arsitektur hybrid cloud perlu mengintegrasi dan mengelola komponen private cloud dan public. Ini melibatkan konfigurasi dan pengelolaan konektivitas antara cloud private dan public. Memastikan sinkronisasi data di berbagai cloud, dan menjaga keamanan di seluruh lingkungan cloud.

Tantangan yang dihadapi

Dengan beragamnya arsitektur cloud, terdapat tayangan yang dalam menerapkan multi cloud, yaitu

Tantangan multi cloud

  • Kompleksitas : Mengatur platform multi cloud membutuhkan kemampuan tertentu karena sistemnya kompleks. Hal ini dapat menaikkan biaya operasional dan mempersulit untuk menyelesaikan masalah.
  • Integrasi : Mengintegrasi beberapa platform cloud terbilang sulit jika ada perbedaan pada API dan arsitektur. Hal ini membutuhkan upaya pengembangan dan meningkatkan risiko menghadapi masalah kompatibilitas kecuali ada pertimbangan yang memadai. Sistem integrator menjadi salah satu solusi untuk mengintegrasi cloud yang memiliki perbedaan infrastruktur.
  • Biaya : Sejatinya multi cloud dapat memangkas biaya produksi. Memanfaatkan dua provider cloud berbeda juga berpotensi meningkatkan biaya operasional karena kebutuhan sumber daya manajemen dan penambahan integrasi.

Tantangan hybrid cloud

Serupa dengan multi cloud, hybrid cloud pun memiliki tantangan yang harus dihadapi organisasi. Antara lain

  • Kompleksitas : Pengelolaan lingkungan cloud hybrid menjadi lebih rumat dan membutuhkan keahlian khusus. Dampaknya adalah peningkatan biaya operasional dan mempersulit penyelesaian masalah.
  • Tantangan integrasi : Mengintegrasi infrastruktur local dengan layanan cloud public menjadi tantangan tersendiri. Terutama jika platform memakai API dan arsitektur yang berbeda. Dibutuhkan upaya pengembangan tambahan dan peningkatan risiko masalah kompatibilitas.
  • Risiko keamanan : Apabila tidak dikonfigurasi dengan benar, data yang berpindah dari infrastruktur local dan layanan public cloud rentan terhadap cyber crime.

Temukan solusi lain penerapan cloud dalam Digital Transformation Indonesia Conference & Expo pada tanggal 26-27 Juli 2023 di Jakarta International Expo. Klik link di sini untuk registrasi.

disaster recovery

Mengenal Konsep Disaster Recovery dalam Teknologi Cloud Computing | Fani Fatullah – Chief Technical Officer Eranyacloud

Cloud computing menjadi bagian dari teknologi transformasi digital. Penyimpanan data yang sangat banyak tidak bisa memakai perangkat fisik saja karena ada keterbatasan. Penyimpanan cloud dilakukan secara digital sehingga mudah diakses.

Secara prinsip, data cloud mudah diakses kapan saja dan dimana saja. Walaupun begitu ada kalanya data digital rawan serangan siber. Maka dari itu, dibutuhkan sistem untuk melindungi dan memproteksi data supaya tidak hilang begitu saja.

Konsep perlindungan dan proteksi data cloud sering disebut dengan istilah disaster recovery. Penjelasan tentang disaster recovery dan penggunaannya akan dijabarkan oleh Fani Fatullah – Chief Technical Officer Eranyacloud.

Disaster recovery

Ilustasi disaster recovery

Disaster recovery adalah skema aktif pasif yang berarti memiliki dua lokasi yang mana perusahaan memiliki dua lokasi production. Dari sini, provider membuatkan backup RPO (recovery point objective) dengan durasi satu jam dan running untuk melihat status dari penyimpanan tersebut.

“Pada saat terjadi disaster, customer dapat menyalakan tombol untuk memindahkan data ke lokasi kedua. Ketika sudah dinyalakan, sistem akan mencetak data dari konsumen untuk memastikan semua data tersebut sudah sesuai” Tuturnya

CTO Eranyacloud mengibaratkan disaster recovery seperti konsep tangga darurat dalam gedung bertingkat. Kehadiran tangga darurat tetap tersedia walaupun jarang dipakai. Namun tetap memperhatikan keamanan karena dipakai pada saat terjadi hal-hal darurat.

“Secara umum, konsep disaster recovery menyerupai tangga darurat dalam gedung bertingkat. Walaupun jarang dipakai, namun tetap dibutuhkan untuk memastikan sistem keamanan ketika terjadi masalah” Pungkasnya

Perusahaan tidak hanya mengamankan data, disaster recovery memiliki keuntungan untuk memberikan proteksi data. Perlindungan ini dapat mendeteksi ransomware, add on, dan malware agar dapat diantisipasi.

Penggunaan disaster recovery membantu pengguna untuk terus diawasi selama proses penyimpanan data. Ransomware bisa diatasi dengan membackup data. Dengan adanya proteksi data, system sudah melakukan backup terlebih dahulu sebelum terjadi serangan ransomware.

Berbeda dengan cloud provider lain, Eranyacloud saat ini menggunakan prosesor AMD EPYC sehingga pelanggan dapat merasakan kecepatan 5x dari prosesor yang dimiliki cloud provider pada umumnya.
Prosesor mendukung proses penggunaan cloud untuk melindungi data.

Tempat penyimpanan penting untuk menyimpan dan membaca data maka proses membaca dan menulis semakin cepat. Kecepatan storage dapat dihubungkan dengan konektivitas.

Dengan memakai connectivity network sebesar 25Gb. Kapasitas ini cocok untuk perusahaan yang ingin membutuhkan cloud computing dengan berbagai tipe jalur. Serta kecepatan server mencapai sepuluh kali lebih cepat dari storage biasa berkat NVMe.

Multi cloud

multi cloud

Multi cloud adalah konsep pemakaian dua provider cloud yang berbeda. Sederhananya, perusahaan dapat memakai layanan dari masing-masing penyedia cloud.

Tujuan pemakaian multi cloud untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan sistem. Bukan cuma itu, organisasi mendapatkan dua keuntungan dari provider yang berbeda. Provider A punya kelebihan dalam kecepatan data sedangkan provider B dipakai untuk menjalankan aplikasi.

Penyiapan dua lokasi cloud berbeda dengan level tier 4 dan tier 3 yang menjamin uptime sampai 99,9% service level agreement (SLA) merupakan bentuk dari compliment sebagai syarat disaster recovery dengan dua provider berbeda.

Jarak antara main data center dengan disaster recovery bersisar 30km sampai 60 km. Ini merupakan regulasi yang harus dipenuhi untuk mendukung disaster recovery.

“Multi cloud bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dan dan keandalan sistem dengan memakai dua provider cloud yang berbeda. Jarak antar main data center dengan disaster recovery dapat mencapai 60km demi mendukung keamanan sistem” Ujarnya

Pelayanan disasater recovery untuk perusahaan financial technology (fintech)

ilustrasi karyawan financial technology

Fintech merupakan salah satu industri yang banyak mengolah data. Oleh sebab itu, menerapkan disaster recovery sangat diperlukan demi melindungi data sensitif nasabah.

Perusahaan financial technology(fintech) membutuhkan panduan dan dokumen untuk melakukan laporan ke OJK dan Bank Indonesia. Bentuk bantuan ini sangat membantu dalam urusan pelaporan administrasi keuangan.

Biasanya, perusahaan fintech jarang memiliki orang IT yang khusus mengembangkan dan membuat aplikasi keuangan. Maka dari itu, dibutuhkan konsultan IT agar dapat membantu membuat sistem keamanan dan proses transaksi keuangan secara digital yang aman bagi konsumen.

Hal ini tak lepas dari kompleksitas regulasi perusahaan keuangan ketika konsumennya sedang melakukan transaksi digital. Rumitnya regulasi diperlukan supaya keamanan data terjamin dan mengurangi risiko kebocoran data.

Maka, penerapan sistem keamanan dan proteksi membutuhkan bantuan dari OJK yang meliputi masalah teknikal dan administrasi. Pengguna diberikan kelengkapan infrastruktur, kelengkapan laporan, dan laporan finansial serta compliance untuk konsumen.

Fani Fatullah mengatakan, selain administrasi masih ada persyaratan technical adalah dalam bentuk laporan status seperti rekap data, aplikasi, dan fungsi yang dapat berjalan dengan baik seperti RPO.

RPO (recovery point objective) merupakan kumpulan data yang berbeda yang dapat diterima oleh regulator selama 15 menit. Bentuk lain dari hal tersebut adalah adalah membantu customer untuk menyediakan diklat diatrill per enam bulan sekali.

Dari situ, hasil yang ditampilkan adalah availability data center issue tersebut dalam waktu dua jam apakah sudah bisa diakses oleh konsumen. Proses ini dilakukan secara periodik, kemudian membuat laporan berdasarkan hasil pengujian teknikal.

Bentuk compliance karena proses pengurusan cloud sangatlah panjang dan melibatkan berbagai pihak. Terutama dalam urusan administrasi dan teknikal untuk konsumen.

Cloud computing tidak bisa lepas dari AI karena dalam penggunaannya melibatkan penggunaan dan pengolahan data. Teknologi AI dapat membahayakan apabila dipakai secara kurang bijak. Penggunaan yang liar berpotensi melahirkan kejahatan digital seperti pencurian data.

Eranyacloud

Kunjungi Eranyacloud untuk menemukan solusi cloud infrastructure dan cloud service lainnya. Temukan solusi pengembangan dan pemanfaatan big data melalui Digital Transformation Indonesia Conference and Expo melalui tautan ini.

eikon-technology

Teknologi Cloud Computing Telah Mengubah Kultur Masyarakat | Johannes Candra – Chief Executive Officer EIKON Technology

Teknologi cloud computing menguntungkan perusahaan karena dapat menyimpan banyak data secara virtual. Selain media penyimpanan, data dapat diakses dari mana saja selama berada dalam sistem. 

Penyimpanan berbasis cloud sudah ada sejak lama. Contoh : bentuk teknologi cloud yang terkenal adalah Google Drive dan DropBox. 

Walaupun sudah ada sejak dahulu, cloud computing masih belum terjamah oleh banyak perusahaan. Sumber daya dan keterbatasan teknologi menjadi kendala dalam menerapkan teknologi ini. 

Jika Anda masih bingung bagaimana menentukan cloud computing. Haruskan memilih teknologi berdasarkan tren saat ini? Serta dampak cloud computing terhadap kehidupan masyarakat.

Simak pembahasannya bersama Johannes Candra – Chief Executive Officer EIKON Technology.

Google Partner pertama di Indonesia

Google Partner

EIKON Technology sudah berdiri sejak tahun 2007. Keterlibatan EIKON Technology menjadi Google Partner langsung dengan Google Asia Pacific pada tahun 2010.

Johanes Chandra menuturkan bahwa EIKON Technology telah menjadi direct partner dengan Asia Pasifik pada tahun 2010. Mulanya ketika perusahaan ini telah Joint Venture dengan perusahaan Amerika Serikat. 

Pertimbangan dalam memilih layanan Cloud Computing

Pemilihan cloud computing sangat luas penggunaannya. Terlebih ketika digunakan untuk meeting. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memilih provider.

“Ada beberapa pertimbangan dalam memilih provider cloud computing. Pertama, kebutuhan teknologi yang dibutuhkan menjadi hal dasar untuk memilih provider. Kedua, security dari provider harus diperhatikan, serta urusan keamanan menjadi perhatian perusahaan ketika memilih cloud computing.” Ujarnya

Penggunaan teknologi yang disediakan

Pada dasarnya, provider cloud computing menyediakan pemakaian teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Setiap perusahaan memiliki kebutuhan berbeda-beda mulai dari AI, penyimpanan data, sampai dengan urusan meeting online

Keamanan cloud provider 

Setelah memilih layanan teknologi yang dibutuhkan. Anda dapat memperhatikan sistem keamanan dari provider agar mengurangi risiko terkena cyber crime

Sertifikasi dan standarisasi

Bicara soal kualitas provider, dapat dilihat dari sertifikasi yang didapatkan. Adanya sertifikat membuktikan kalau perusahaan tersebut sudah memiliki kualitas yang diakui industri. Salah satu bentuk sertifikasi yang diakui dunia adalah ISO.

CEO EIKON Technology menuturkan memilih provider cloud computing perlu mempertimbangkan compliance.

“Cara melihatnya adalah melihat sertifikasi yang dimiliki penyedia jasa. Apakah perusahaan tersebut memiliki sertifikat ISO maupun standarisasi sesuai industri.” Ujarnya

Support Service

Setelah mendapatkan layanan, apakah ada layanan yang tersedia dari provider. Penyediaan layanan support service untuk membantu konsumen saat sebelum dan sesudah penggunaan. 

Memilih cloud computing sesuai tren teknologi atau kebutuhan perusahaan?

Sebelum memutuskan memilih cloud computing, perusahaan perlu menanyakan mendiskusikan kembali. Apakah perusahaan ingin menjadi follower atau leader dalam tren teknologi?

Hal ini perlu dijawab karena pada dasarnya teknologi cloud computing sudah ada sejak zaman dahulu. Walaupun baru era sekarang ini gaungnya mulai terdengar kepada publik. 

Johannes mengatakan penggunaan cloud computing sudah terjadi sejak tahun 2010, hanya saja pemakaiannya belum sebanyak sekarang. Saat ini, perusahaan memakai cloud computing karena sudah menjadi kebutuhan. Kehadiran teknologi ini telah menjadi new normal dalam dunia industri. 

Gojek merupakan bentuk perusahaan yang penerapan cloud computing sehingga menjadi yang terbesar di Indonesia. Proses mencari ojek yang semula di pangkalan, sekarang dapat memakai aplikasi. Keuntungan memakai cloud adalah dapat melakukan ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat luas dapat merasakan manfaat Gojek. 

Gojek sendiri adalah contoh perusahaan yang membuat tren teknologi sehingga menjadi pembicaraan dan mulai diikuti banyak orang. Tren tersebut pada akhirnya mengubah kebiasaan masyarakat dalam memakai layanan transportasi ojek. 

Cloud Computing dengan Green IT

Ilustrasi pemakaian green IT

Luasnya lingkup penerapan cloud computing banyak terpencar di manapun seperti IoT, Data Analytic, Data Center, sampai modernisasi infrastruktur. 

Salah satu keuntungan memakai cloud computing adalah menghemat biaya karena dapat memakai penyimpanan cloud. Tidak membutuhkan ruangan khusus untuk menyimpan data. 

Kelebihan inilah membuat teknologi cloud computing mulai diminati perusahaan. Sebab penambahan server dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan.

Cloud computing menyediakan kebutuhan untuk penghematan energi yang dihasilkan. 

“Green IT berfokus penyediaan server untuk kebutuhan aplikasi. Apakah server dapat mengakomodasi kebutuhan selama beberapa tahun ke depan.”

“Cloud computing mengacu pada penggunaan server yang sesuai dengan kebutuhan. Apabila hendak ingin ditingkatkan maupun ditambahkan, barulah menjadi pertimbangan tersendiri.” Pungkas CEO EIKON Technology.

Dengan kata lain, penerapan cloud computing mengacu pada server berbasis kebutuhan namun dapat ditingkat apabila dibutuhkan. Sedangkan Green IT mempertimbangakn server aplikasi supaya mampu diproses selama 5-10 tahun ke depan. 

Pengiriman server pun memakan waktu dan biaya. Hal ini belum termasuk kendala yang terjadi di lapangan. Kendala ini dapat menghambat perusahaan yang hendak melakukan transformasi digital karena keterlambatan infrastruktur.

Tidak hanya perusahaan teknologi yang selalu memakai cloud computing, instansi pendidikan pun menerapkan hal yang sama. Khususnya pada kebutuhan pembelajaran dan meeting online. 

Cloud Computing adalah teknologi masa depan yang sudah ada

Sejatinya, cloud computing adalah teknologi masa depan yang sudah ada. Penerapan dan implementasinya sudah ada, hanya saja belum ada urgensi menjadi kebutuhan. 

Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia memaksa perusahaan menerapkan teknologi cloud computing. Menurutnya, teknologi ini akan terus dibutuhkan di Indonesia karena kebutuhan demand yang akan selalu ada. 

Tuturnya di masa depan pemakaian cloud computing akan terjadi secara masif.

“Pemakaiannya yang sudah terlihat adalah Generative AI pada Google dan Microsoft. Terlihat dari pemakaian ChatGPT sampai dengan Google Bard yang perlahan akan mendisrupsi kehidupan serta pekerjaan manusia” Pungkas CEO EIKON Technology.

Cloud Computing telah mengubah kultur masyarakat Indonesia

Perubahaan kultur masyarakat karena kehadiran teknologi

Secara makro, perusahaan sudah mengetahui akan transformasi digital dan mengimplementasikan dalam bisnis mereka. Hal ini selaras dengan perubahan kultur masyarakat Indonesia setelah melewati pandemi Covid-19. 

Terlihat dari kebiasaan orang mencari transportasi hingga memesan makanan melalui aplikasi. Pemesanan lewat aplikasi sangat menguntungkan karena menghemat waktu. Belum lagi sistem pembayaran dapat dilakukan secara digital. 

“Covid-19 sudah mengubah gaya hidup masyarakat untuk melibatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tak lepas dari dukungan teknologi cloud computing. Anda dapat memesan kendaraan hingga makanan melalui aplikasi. Dengan begitu, waktu yang tersedia dapat diperuntukan untuk hal-hal lainnya.”

Pergeseran kultur masyarakat diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik agar tercapainya transformasi digital di Indonesia. Kunjungi EIKON Technology melalui eikontechnology.com untuk mendapatkan solusi cloud computing untuk office meeting

Temukan perkembangan teknologi cloud computing, penerapan, dan solusi digital melalui Digital Transformation Indonesia Conference and Expo pada 26-27 Juli di JIEXPO Kemayoran. Informasi dan registrasi dapat melalui tautan ini.

Gigabyte group

Kolaborasi Perangkat Keras dan Lunak Sebagai Penunjang Transformasi Digital | Andy Neo – Giga Computing

Perangkat teknologi terbagi menjadi dua jenis yaitu hardware dan software. Produk hardware seringkali diartikan sebagai produk konsumen seperti CPU,GPU, VGA, hingga RAM. Perangkat ini menjadi penunjang transformasi digital.

Perangkat hardware dibutuhkan untuk menunjang proses digitalisasi agar sebuah program dapat bekerja selama 24 jam. Sayangnya, produk teknologi hardware dapat mengalami kelelahan karena panas.

Maka dari itu, dibutuhkan alat pendingin cairan non-konduktif yang tidak merusak komponen. Metode inilah yang digunakan oleh GigaByte untuk mengembangkan hardware penunjang transformasi digital.

Gigabyte mengeluarkan produk entitas mandiri bernama GIGA COMPUTING sebagai penyedia layanan product line pada Januari 2023. Pembahasan terkait GIGA COMPUTING dan sepak terjangnya akan dibahas oleh Andy Neo, Director Gigabyte Technology (GIGA COMPUTING).

Perangkat keras yang memiliki sistem pendingin imersi

GigaComputing menyediakan solusi pendinginan imersi (Immersion Cooling) lengkap mulai dari perangkat keras hingga tangki pendingin imersi. Dalam hal persyaratan komputasi, terlihat bahwa kebutuhan akan GPU jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 5 atau 10 tahun yang lalu.

Sebagian besar panas yang dihasilkan oleh komputer berasal dari CPU yang hanya membutuhkan sekitar 80 watt per CPU. Namun, saat ini CPU membutuhkan 400 watt untuk menyertakan kartu GPU dari NVIDIA atau AMD bisa mencapai 5 hingga 8 ribu watt.

Oleh karena itu, Andy Neo menyarankan untuk memakai teknologi pendingin perangkat elektronik dengan cara menenggelamkannya dalam cairan non-konduktif, seperti minyak mineral menjadi inovasi teknologi terbaru untuk membantu mengurangi suhu dan meningkatkan efisiensi pendinginannya.

Gunakan teknologi pendingin perangkat elektronik dengan menenggelamkan ke dalam cairan non-konduktif, seperti minyak mineral untuk membantu mengurangi suhu dan meningkatkan efisiensi

Terobosan dalam menawarkan solusi pendingin imersi lengkap ini bertujuan untuk memberi pengguna rasa aman untuk membeli perangkat keras.

Bermula dari customer product

GigaByte

Gigabyte adalah merek yang dikenal di seluruh dunia dengan produk motherboard, kartu grafis, laptop gaming, dan aksesori PC. Namun, perusahaan ini juga mengembangkan produk kelas atas seperti server sistem GPU dan server sistem berperforma tinggi HPC.

Pada awal tahun 2023, GIGABYTE memutuskan melepaskan divisi Enterprise menjadi entitas mandiri bernama GIGA COMPUTING.

Selaku Direktur Gigabyte, Ia mengatakan pemisahan ini terjadi karena banyaknya lembaga penelitian dan pusat data bermunculan. Untuk mengambil peluang ini, manajemen telah memutuskan untuk fokus pada pasar enterprise dan memperbesar bisnis di sektor ini.

Meskipun demikian, tetap di bawah naungan manufaktur yang memiliki pabrik produksi Gigabyte. Secara keseluruhan, desain, R&D, penjualan, dan pemasaran dijalankan oleh GIGABYTE Enterprise.

Berfokus pada segi product line, service, partner

Dari segi lini dan kualitas produk memiliki kualitas karena proses pengerjaannya dilakukan dengan praktisi yang sudah berpengalaman selama 23 tahun. Dimulai dengan bisnis ODM untuk brand brand ternama di USA lalu berlanjut dengan OEM di Jepang hingga EMEA.

Dengan terkumpulnya pengalaman dari tahun ke tahun di industri ini melahirkan kategori utama seperti R-series yang merupakan standard compute server yang marak di pasaran, sedangkan sisi high-end product terdapat H-series dengan 4 node compute dalam 1 server dan G-series yang menjadi kebanggaan dimana kami satu-satunya vendor yang memiliki 2U server dapat mendukung 16 kartu GPU.

GPU untuk aplikasi game, design, AI dan lainnya membutuhkan performa komputasi yang tinggi dan cenderung menghasilkan panas yang tinggi. Masalah ini menjadi hal yang harus dihadapi dengan infrastruktur design dan pembuangan panas dari hardware yang sangat baik

Lebih dari 300 SKU server yang masing-masing memiliki tujuan dan nilai yang unik. Dengan mempertimbangkan semua elemen mulai dari integrasi sistem pembuangan panas yang efisien. .

Jika kita melihat industri secara keseluruhan, tidak peduli apakah itu melibatkan perusahaan kecil atau besar, transformasi digital menjadi fenomena yang tak terhindarkan. Tanpa disadari kita terus menyaksikan iklan digital yang diputar di layar, baik itu melalui perangkat gadget, di jalan, atau di minimarket.

Di balik iklan tersebut, terdapat banyak data yang dikumpulkan dan menjadi landasan bagi perusahaan-perusahaan pemasaran digital. Selain itu, pemerintah juga telah menjalani transformasi digital di mana sebagian besar formulir kertas telah digantikan oleh aplikasi yang memudahkan proses pengajuan permohonan.

Rumah sakit juga memanfaatkan transformasi ini untuk membantu dokter dalam menganalisa dan pengambilan keputusan, tentunya dengan bantuan kecerdasan buatan ‘AI’. Teknologi ini dapat membantu melakukan pemeriksaan dan analisa yang lebih mendalam yang terkadang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Penggunaan AI marak sejak kemunculan ChatGPT

AI juga sedang marak digunakan oleh masyarakat awam saat ini dengan adanya ChatGPT. Secara keseluruhan, transformasi digital ini semakin nyata dan tidak dapat dihindarkan. Seberapa banyak data yang dapat dikumpulkan dari kegiatan penggunaan sosial media. 

Perangkat keras dibutuhkan hadir untuk memberi bantuan kepada penggunanya untuk menunjang pemakaian teknologi AI. Salah satunya memakai teknologi produk terbaru dan terdepan, khususnya pelaku industri HPC/HCI/AI.”

Kami juga bangga menjadi salah satu produsen terbaik di dunia yang merancang dan memproduksi perangkat keras untuk mitra tingkat atas di seluruh dunia.

Saat ini, GIGA COMPUTING menawarkan fasilitas lab imersi kepada pelanggan. Di sini, pelanggan dapat mengunjungi dan melihat secara langsung solusi terbaru dalam teknologi pendinginan imersi atau Immersion. Selain menyediakan teknologi, tersedai berbagai skenario pembelajaran di situs web untuk memberikan pemahaman kepada pengguna dan mitra.

Pembahasan terkait layanan product line, cloud computing, hingga penggunaan AI dapat Anda temukan dalam DTI-CX 2023. Kunjungi gigabyte.com untuk mendapatkan informasi terkait teknologi untuk penunjang transformasi digital.

Peiru

Bagaimana Menerapkan Cloud Computing di Industri Kesehatan | Peiru Key – Chief Executive Officer Keyreply

Cloud computing merupakan metode penyampaian melalui layanan internet. Penggunaannya digunakan pada layanan komunikasi, server, perangkat lunak, penyimpanan data, serta data analitik.

Penggunaan cloud computing merupakan salah satu bentuk dari transformasi digital. Hampir semua industri menggunakan untuk mempermudah komunikasi. Salah satunya adalah industri kesehatan.

Industri kesehatan adalah menjadi hal vital perihal penggunaan data. Proses mitigasi dan perawatan pengobatan semakin mudah.

Bagaimana cara menerapkan cloud computing pada industri Kesehatan. Pembahasan ini akan dijabarkan oleh Peiru Teo selaku Chief Executive Officer KeyReply, perusahaan penyedia jasa AI di bidang Kesehatan.

cloud computing

Pengembangan penggunaan cloud computing di Kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia

Penggunaan cloud computing di Indonesia sangat menarik. CEO KeyReply mengatakan bahwa belum pernah melihat negara Asia Tenggara yang ngotot bergerak menuju transformasi digital.

Negara besar seperti Indonesia memiliki banyak masalah yang harus diatasi. Beberapa orang bergerak lebih cepat daripada yang lain, namun pada akhirnya akan mencapai tujuan tertentu.

Itu sangat mengasyikkan, saya pikir digital bukan konsep yang baru, dalam pengertian apa yang terjadi di lapangan, seperti apa sudut pandang tentang digital. Saya pikir ini menguntungkan bagi semua orang.”

Menurutnya, Indonesia sangat unik dibandingkan negara di asia tenggara lainnya. Negara ini sangat besar, tersebar, dan aksesibilitas ke hak perawatan dan interoperabilitas data tepat pada manajemen kesehatan populasi.”

Saya pikir ini jadi pembahasan yang penting untuk ditangani dalam keterlibatan orang-orang, populasi, jenis data yang terkumpul, jenis sumber daya dan analisis yang dipakai untuk memahami demografi, dan pola perilaku.

Ini membantu membangun profil kesehatan Indonesia untuk jangka panjang.

Keyreply memakai WhatsAPP solution untuk provider AI

Perusahaan KeyReply tidak membuat aplikasi sendiri. Faktanya, kami memakai aplikasi satuan omni. Bayangkan dalam kehidupan saja, manusia sudah dihadapkan dengan beragam aplikasi. Ini bukan masalah yang perlu diatasi.

Faktanya, kami percaya dimana populasi sudah berada. Apabila memakai WhatsApp, kami ingin berada di sana. Bahkan aplikasi lain seperti Facebook Messenger pun, kami dapat hadir di sana.” Ujarnya

KeyReply memanfaatkan semua saluran yang ada untuk menjangkau seluruh populasi, karena populasi adalah kumpulan referensi yang sangat besar. Dan inilah mengapa WhatsApp adalah platform yang bagus untuk Indonesia.

Satu hal yang penting adalah Anda tahu cara menggunakannya, penetrasinya sangat tinggi, dan tidak perlu mengajarkan cara pemakaian WhatsApp.

Semua orang bisa memakainya. Dari sini, kami dapat fokus pada kesehatan daripada mengajarkan cara menggunakan aplikasi. Kami memangkas hal itu dan langsung menuju masalah perawatan pengiriman. Memastikan kurva pembelajaran nol. 

Saya pikir ini penting karena terlalu banyak yang harus dilakukan dan kami tidak ingin membuang energi berlebih. Langsung fokus ke penyelesaian masalah.” Ujarnya

Whatsapp merupakan aplikasi yang mudah digunakan

Meskipun Anda memakai Whatsapp, bukan berarti langsung berhasil sejak hari pertama. Diperlukan penyesuaian dengan platform untuk dilakukan oleh penyedia. Dengan memasukan pemantauai sains, elemen ilmu perilaku, hingga mengingatkan wanita di atas 60 tahun untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Pengelompokan ini dapat dimasukan ke dalam demografi atau preferensi perilaku sehingga dapat mencapai keefektifan tinggi para penggunaannya.

Sudah memulai perjalanan transformasi digital sebelum pandemi covid 19

Perusahaan ini sudah memulai perjalanan ini kira-kira tiga atau empat tahun sebelum pandemi covid 19. Hal ini tidak bisa diramalkan, maka kami melakukan persiapan.

Melihat Indonesia sebagai negara yang unik, Indonesia perlu mendefinisikan “telemedicine” dengan caranya sendiri. 

Menurut saya, telemedicine tidak hanya sebatas panggilan zoom semata. Itu hanya konsultasi jarak jauh, bukan masuk dalam konsep telemedicine secara keseluruhan.

Jika bicara soal pengobatan jarak jauh yang sebenarnya, akan banyak aspeknya.

Teleconsultant adalah salah satu dari empat aspek telemedicine. Anda juga berbicara tentang telecollaboration dengan penyedia layanan kesehatan yang berbeda dan keterlibatan dimana mulai diperbaharui dengan data statistik berkelanjutan. 

Dimana memperoleh dan mendapatkan umpan balik yang konstan dari penyedia layanan kesehatan logistik langsung memproses online ke offline, obat tidak bisa langsung diminum.

Itulah mengapa satu-satunya hal yang tidak bisa kita lakukan, Jadi, ada beberapa hal yang harus disamakan. Menurut saya dengan cara mengatasi dan menggabungkan semua logistik atau kolaborasi antara perawatan tingkat atas, tingkat bawah, perawatan primer, akut, hingga tersier. 

Koordinasi panggilan dari semua ini penting untuk menentukan masa depan telemedicine.

Indonesia merupakan negara unik. Jadi benar-benar perlu memperluas batas-batas yang mereka miliki terkait telemedicine

Maka dari itu, Indonesia harus memiliki definisi sendiri tentang telemedicine. Letak geografis yang sulit dijangkau memaksa seperti apa metode telemedicine yang cocok untuk negara ini.

Lapisan program telemedicine yang hilang

Cobalah kembali ke dasar, dimana telemedicine hanya mengirimkan tautan link online meeting, berbicara dan selesai. 

Dengan memikirkan seluruh perjalanan pasien dari awal hingga akhir, lebih baik lagi masuk tahap perventif. Kami ingin menjangkau dan melibatkan mereka dan memastikan ikut dalam pencegahan aktif.

Tindakan seperti ini melakukan pemeriksaan tahunan, tentu saja mengadopsi gaya hidup sehat adalah bagian dari pencegahan. 

Keterlibatan masyarakat yang ideal perlu dilakukan, dan tidak mudah.

Idealnya mulai dari bagaimana cara pasien mencari dan mendapatkan bantuan, bagaimana mereka mengkonsumsi informasi kesehatan. 

Semua rekomendasi, interaksi, informasi ini penting untuk menemukan penyedia yang baik.

Keberhasilan ini didukung dengan sangat baik oleh telemedicine.

Menurut saya disinilah dibutuhkan ketrampilan digital terjadi karena tidak pernah ada cukup tenaga professional perawatan kesehatan, dokter, maka penting untuk meningkatkan keterampilan dengan AI dan platform yang mendukung, setidaknya untuk permulaan agar dapat memulai meningkatkan kepedulian skala besar.

Selama pasien dapat terhubung secara digital, kami dapat memulai mengelompokkan mereka dan melakukannya secara presisi. 

Sementara ini, setidaknya dapat mengelompokan menjadi demografi yang jelas dari ujung ke ujung.

Bukan hanya mengubah, memindahkan platform melainkan perlu membangun tindakan pasien setelah mendapatkan perawatan

Untuk online, dapat dilakukan dengan menyatukan dengan pemangku kebijakan. Semuanya perlu diatur dan melibatkan banyak pihak untuk berkoordinasi. Tentunya hanya berfokus pada poin-poin penting saja.

Membuka banyak peluang dari sisi obat maupun sisi diagnosis. Menurut saya, ada beberapa hal yang perlu difokuskan. 

Mengetahui bahwa strategi data dalam jangka panjang harus dikumpulkan secara sadar. Data longitudinal akan memberi pemahaman terbaik seperti apa populasi kita. 

Saya pikir ini adalah dasar yang penting untuk memikirkan pengembangan pelayanan kesehatan.

Tidak harus sempurna, apabila hari pertama tidak sesuai dengan seharusnya, kita sedang membicarakan data besar, ini tentang mengetahui dimana adalah melihat dorongan besar yang akan terjadi.

Perangkat untuk semua yang terlibat dalam industri perawatan kesehatan

Layanan kesehatan tidak hanya tentang healthcare, penyedia layanan kesehatan, rumah sakit, maupun dokter. Bukankah perawatan kesehatan adalah kombinasi dari asuransi yang membayar premi?

Perusahaan asuransi, penyedia layanan kesehatan, pasien dan beberapa mungkin mengatakan sebagai bagian dari keseluruhan ekosistem.

Meneruskan informasi yang benar dan tepat dapat menjalin hubungan dokter dengan pasien. Pasien ke administrator maupun hubungan kantor keuangan bisnis. Itulah nilai yang bisa Anda berikan, bukan? Sehingga bisa menjalin hubungan dokter dengan pasien. Itu bisa saja.”

Pasien ke administrator atau hubungan kantor keuangan bisnis, jadi menyampaikan informasi kepada orang yang tepat tentu saja ditambah dengan AI. Anda tahu sekarang kami juga memiliki AI generatif. 

Saya pikir ini adalah alat yang dapat meningkatkan daya ungkit dan efektivitas secara besar-besaran tepat di luar lapisan komunikasi dasar inti. Dengan menambahkan lebih banyak aplikasi strategis AI. 

Di mana Anda benar-benar mendapatkan lompatan yang sangat besar dalam produktivitas, itu adalah permainan ekosistem pada akhirnya. 

Satu-satunya perbedaan adalah di mana kita mulai. Beberapa rumah sakit kurang siap dan kita harus bekerja di sekitar hubungan penyedia dan pasien.

Jika mereka lebih siap, lebih terhubung maka kami juga siap untuk menghubungkan mereka dengan pemangku kepentingan mereka.

KeyReply membangun ekosistem untuk semua orang di kawasan industri kesehatan

Ya, kami fokus pada sektor kesehatan. Saya pikir ini membantu kami membangun basis pengetahuan dan keahlian di bidang ini karena kami tahu semua orang sibuk. Semua orang memiliki banyak tantangan sehari-hari untuk dilalui. 

Jadi, kami melakukannya sendiri untuk memahami apa yang dibutuhkan pasar dan mencoba mengemasnya langsung ke dalam modul. Kemudian menerapkannya dengan sangat cepat.

Kami ingin mendorong untuk melihat hasil dengan cepat dimana mereka mendapatkan keyakinan bahwa untuk melakukan transformasi digital yang lebih baik. 

Ketika ini benar-benar dimanfaatkan, disitulah rasa kepercayaan diri tumbuh. Itu sangat penting. Penggunaan AI yang didukung model bahasa besar GPT membantu Anda membuat janji, mengelola janji, dan menjawab beberapa pertanyaan, dan tahapan triase.

Ini merupakan kemampuan yang kami miliki dan dapat kami tawarkan kepada klien kami.

Menurut saya, yang menarik dari pemakaian aset digital adalah kebanyakan organisasi memiliki banyak sekali akun resmi media sosial. Mereka memiliki halaman Facebook, situs website, jumlah pasien, aplikasi seperti WhatsApp. 

Jadi, yang kami lakukan adalah membangun sejumlah fitur ini langsung di WhatsApp, kami dapat menambahkan fitur yang sama ke situs web, dengan memakai widget dan saluran lain.

Masalah umum tentang industri perawatan kesehatan

Pertama, adalah banyak sistem terpisah dan tidak berkomunikasi satu sama lain. Saya pikir itu adalah tempat yang umum untuk memulainya. Kami fokus pada interoperabilitas. 

Kami mencoba untuk berintegrasi dengan banyaknya sistem yang ada dan pastikan cara kami disukai atau semua protokol ini berdasarkan apa yang paling dapat dikembangkan. Ini adalah sesuatu yang baru. Interoperabilitas harus jadi kriteria yang penting.

Kedua, digitalisasi dan digitasi adalah dua hal yang berbeda. Membuat formulir kertas menjadi PDF bukanlah digitalisasi. 

Menurut saya, memiliki design thinking yang tepat adalah sesuatu yang dapat distandarisasi di banyak industri. Ini sangat penting untuk memiliki proses yang tepat untuk mendukung gerakan ini, jika tidak, akan ada kesulitan.”

Data, keamanan data, pengetahuan AI, dan tata kelola penting untuk mendorong batasan dalam diri.

Mendobrak batasan membuat para tenaga kesehatan makin memahami apa yang dibutuhkan oleh pasien dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Pada akhirnya, negara berpenduduk besar seperti Indonesia harus melihat tujuan akhir. Ini adalah tentang kemampuan untuk melakukan personalisasi yang digerakan oleh AI. Artinya adalah mungkin memiliki ratusan juta orang tetapi pada saat yang sama.”

Ketika bertemu satu orang, saya tahu apa yang terbaik untuk Anda. Saya tahu bagaimana cara terbaik memberikan perawatan dengan cara yang dapat diterima pasien. Hal ini meliputi penggunaan analisis data.

Penyesuaian rencana perawatan yang direkomendasikan dan dipersonalisasi dengan benar. Seperti, penggunaan AI untuk memantau gejala pasien. 

Hal ini dapat terlaksana apabila memiliki tujuan akhir. Mengumpulkan data pasien tanpa tahu mau digunakan untuk apa hanya akan berada di situ-situ saja.

Pengetahuan dan pemahaman memiliki kerangka kerja untuk pengumpulan. Saya pikir itu sangat kritis. 

Jadi semuanya kembali ke memiliki desain sentrik yang benar dalam hal infrastruktur dan teknologi yang digunakan.

Idenya bukan alatnya, melainkan cara kerjanya

KeyReply tidak mulai dengan alat. Kami mulai dari tujuan yang ingin dicapai. Anda melihat dan melakukan pemetaan seperti apa alat itu saat ini. 

Kami melihat celah permasalahan dan melahirkan solusi seperti KeyReply. Kami bukan hanya platform komunikasi, melainkan komposer dimanapun kami berada.

Seperti kami membuat gel dan merekatkannya celah. Jadi, dari sudut pandang pasien, mereka tidak melihat celah apapun hari ini. 

Mereka berkata sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tapi, sebenarnya di penghujung hari di balik layar kami berintegrasi dan merapatkan celah. Jadi tidak mungkin dapat menyelesaikan semua masalah langsung sejak hari pertama. 

Pembahasan terkait cloud computing di ranah kesehatan selengkapnya dapat Anda temukan dalam DTI-CX 2023 untuk mendapatkan informasi terkini terkait penerapan industri kesehatan.