Artifical Intelligence, Finansial

Kegunaan Artificial Intelligence di Industri Keuangan

· 2 min read
Artificial Intelligence di industri keuangan

Photo Credit: George Morina (Pexels)

Apakah yang terpikir di benak Anda ketika mendengar kata Artificial Intelligence (AI)? Apakah sebuah robot cerdas yang bisa berbicara dan bertingkah seperti manusia? Ternyata AI tak hanya berupa robot cerdas saja, sebab dalam pengaplikasiannya sudah banyak industri lain yang menggunakannya, salah satunya artificial intelligence di industri keuangan.

Artificial Intelligence merupakan cabang ilmu komputer untuk menciptakan mesin yang dapat melakukan pekerjaan manusia. Mesin komputer ini dapat melakukan pembelajaran sendiri berdasarkan data atau informasi yang diperoleh dan melakukan prediksi berdasarkan data tersebut. Untuk itulah penggunaan artificial intelligence di industri keuangan akan sangat menguntungkan. Apa saja keuntungan yang bisa dirasakan industri finansial dengan pengaplikasian AI?

Membuat kebijakan asuransi yang akurat

Penggunaan AI sangat berdampak positif bagi perusahaan asuransi. Dengan kecerdasan buatan, perusahaan asuransi dapat mengautomasi klaim asuransi, mencegah terjadinya klaim penipuan, dan memberikan pelayanan bagi para nasabahnya menjadi lebih nyaman dan mudah. 

Cliff Sutantijo selaku VP Marketing Qoala mengatakan bahwa kecerdasan buatan bisa digunakan dalam sistem pengenalan wajah ketika ingin mendaftarkan asuransi. Sistem akan mendeteksi kebiasaan seseorang, seperti merokok, untuk menentukan premi asuransi terbaik baginya. Tentunya, jika seseorang memiliki kebiasaan yang tidak sehat akan mendapatkan premi asuransi yang lebih besar. 

Baca Juga: Memecahkan 4 Tantangan di Industri Layanan Finansial 

Melindungi pembayaran

artificial intelligence di industri keuangan membantu melindungi pembayaran
Photo by Pavel Danilyuk (Pexels)

Apakah Anda pernah melakukan transaksi pembayaran menggunakan dompet digital? Pernahkah Anda menggunakan fitur face/fingerprint verification yang terdapat dalam dompet digital Anda? Hal tersebut merupakan salah satu pengaplikasian artificiaI intelligence di industri keuangan dalam melindungi pembayaran.

Sistem kecerdasan buatan yang sudah ditanam dalam aplikasi dompet digital pilihan Anda sudah memiliki data berupa wajah atau sidik jari. Sehingga, jika Anda kehilangan ponsel dan ada seseorang yang berusaha melakukan transaksi dengan dompet digital dalam ponsel Anda, AI akan langsung mendeteksi adanya kesalahan karena data yang tidak sesuai.

AI dan manajemen risiko

Dalam dunia perbankan, kecerdasan buatan ini bisa mengolah data yang besar, baik secara terstruktur maupun tidak terstruktur, untuk meningkatkan analisis terkait manajemen risiko. Kecerdasan buatan dapat mengidentifikasi, mengukur dan mengendalikan risiko yang mungkin terjadi dalam dunia perbankan. 

Sebagai contoh, dari jutaan penduduk Indonesia, banyak di antaranya belum memiliki rekening bank. Kecerdasan buatan dapat membantu proses verifikasi nasabah baru karena sudah terintegrasi dengan data kependudukan Indonesia. Sistem akan mengenali wajah, tanda tangan, dan sidik jari para nasabah baru sesuai dengan kartu penduduk. Sehingga, di beberapa kebijakan bank, Anda tak perlu lagi membuka rekening sesuai dengan alamat kartu penduduk Anda karena AI sudah dapat mengidentifikasi  dan mengendalikan risiko tersebut. 

Baca Juga: Bagaimana Teknologi Memanfaatkan Data dan AI?

AI dan pencegahan penipuan

artificial intelligence di industri keuangan dapat mencegah penipuan
Photo by Sora Shimazaki (Pexels)

Sejak masuknya AI ke industri keuangan, penggunaannya telah membuktikan keberhasilan dalam mencegah terjadinya penipuan. Meningkatnya transaksi online dan juga penggunaan e-commerce sejak pandemi Covid-19 berbanding lurus dengan peningkatan penipuan kartu kredit atau transaksi digital. AI terbukti sangat efektif dalam mencegah hal tersebut terjadi.

Sistem kecerdasan buatan tersebut akan mendeteksi adanya perilaku yang tidak biasa. AI akan menganalisis berdasarkan tingkah laku customer, lokasi, dan kebiasaan membeli barang. Bila terjadi suatu perubahan pola yang tidak biasa, mesin komputer akan menjalankan mekanisme keamanan dan bisa saja akun customer tersebut diblokir untuk mencegah transaksi palsu. Selain itu, AI juga bisa mendeteksi kejahatan keuangan lainnya, yakni pencucian uang.

Customer relationship management

Customer Relationship Management atau CRM merupakan sebuah strategi bisnis. Tujuannya adalah untuk mengetahui kebutuhan dan perilaku pelanggan agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal dan mempertahankan hubungan dengan customer. Untuk itulah kecerdasan buatan hadir, yakni membantu mengolah data konsumen yang sangat besar.  

Dalam area perbankan, AI akan dapat menentukan kebutuhan nasabah dengan cepat dan efisien. Mesin akan menganalisis dari keputusan nasabah yang pernah diambil dan kondisi keuangan serta pasar saat ini untuk menentukan produk perbankan mana yang cocok bagi mereka. Dengan begitu, bank dapat memetakan nasabah-nasabah yang perlu dihubungi untuk ditawari produk.

Kegunaan Artificial Intelligence (AI) di industri keuangan membuktikan bahwa kecanggihan komputer dapat membantu kinerja manusia untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan data yang masif, apalagi saat ini dunia keuangan semakin maju. Sudah banyak penggunaan aplikasi perbankan digital yang pastinya memerlukan lebih banyak proteksi dengan kecerdasan buatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.