Cloud & Data Management, Kesehatan

Manfaat Menerapkan Cloud Computing dalam Layanan Kesehatan

· 2 min read
manfaat cloud computing dalam layanan kesehatan

Photo by Rawpixel

Apa saja manfaat menerapkan cloud computing dalam layanan kesehatan? Cloud computing atau komputasi awan merupakan salah satu strategi yang diterapkan dalam mempercepat transformasi digital. Dalam layanan kesehatan, penerapan komputasi awan terus meningkat dari hari ke hari. Bahkan ketika pandemi menyerang, teknologi ini menjadi garda depan layanan kesehatan bersama para tenaga kesehatan. Lalu, pada aspek manakah cloud computing bisa memberikan manfaat untuk layanan kesehatan? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu cloud computing?

Cloud computing atau komputasi awan sendiri merupakan sebuah inovasi teknologi yang memungkinkan Anda untuk bisa menyimpan, mengelola, dan memproses data menggunakan jaringan internet. Disebut “cloud” karena data berada di sebuah penyimpanan virtual jarak jauh.

Cloud computing tidak membutuhkan pengelolaan langsung pengguna. Sebab, teknologi ini menerapkan konsep “berbagi sumber daya”. Sumber daya hanya akan diberikan jika terdapat permintaan. Oleh karena itu, komputasi awan umumnya menggunakan model “bayar sesuai pemakaian” sehingga dapat mengurangi pengeluaran untuk modal.

Manfaat cloud computing dalam layanan kesehatan

Lantas, apa yang bisa didapatkan jika menerapkan cloud computing dalam layanan kesehatan? Implementasi komputasi awan pada layanan kesehatan saat ini semakin luas dan beragam jenisnya.

Bahkan laporan dari MarketsandMarkets memprediksi bahwa pasar cloud computing untuk sektor layanan kesehatan global akan mencapai US$64,7 miliar dan meningkat 18,1% per tahun. Tidak berlebihan jika melihat peningkatan stabil dari US$28,1% pada tahun 2020 menjadi 39,4% pada tahun 2022 ini. Namun, bagaimana tepatnya cloud computing bisa memberikan manfaat untuk sektor layanan kesehatan? Berikut adalah beberapa contohnya:

1. Meningkatkan pengalaman pasien

Implementasi cloud computing akan membantu tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dalam meningkatkan keterlibatan pasien. Lewat penyimpanan cloud, rumah sakit bisa memberikan akses kepada pasien untuk melihat data medis, hasil tes, bahkan catatan dokter kapan saja dan di mana saja. Ini tentu saja akan membantu pasien lebih memahami kondisi kesehatan mereka.

Manfaat cloud computing juga terasa dalam prosedur pemberian resep. Dengan mudahnya akses menuju data pasien, dokter bisa memberikan resep yang sesuai riwayat medis pasien. Risiko pemberian dosis obat berlebih atau pengujian laboratorium yang tidak perlu pun dapat dihindari.

2. Efektif untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar

Layanan kesehatan data menghasilkan data digital yang tergolong besar setiap tahunnya. Mulai dari rekam medis pasien, hasil tes laboratorium, resep, hingga klaim asuransi.

Cloud computing tidak hanya terbatas pada penyimpanan data saja. Anda juga bisa menemukan berbagai alat analisis data berbasis cloud untuk mengolah kumpulan data dalam skala besar sehingga menjadi informasi yang berarti.

3. Akses layanan medis yang lebih mudah

Manfaat cloud computing selanjutnya masih berhubungan dengan pasien secara langsung. Penerapan teknologi cloud akan memudahkan pasien dalam mengakses layanan medis. Pihak penyedia layanan kesehatan cukup memberikan akses menuju penyimpanan cloud, pasien kemudian bisa mencari informasi yang dibutuhkan secara mandiri.

Hal ini telah dibuktikan di masa pandemi. Salah satunya adalah saat Spoedtest, tes skrining cepat di Belanda dan Belgia, membagikan hasil tes kepada pasien. Memanfaatkan layanan cloud Amazon Web Application, mereka bisa membagikan hasil tes lebih cepat dan dengan interaksi minimal sehingga tetap aman bagi pasien sekaligus tenaga kesehatan.

4. Meningkatkan keamanan

Data kesehatan seperti rekam medis pasien adalah informasi rahasia yang sensitif. Menyimpan data di satu lokasi penyimpanan hanya akan menarik lebih banyak kasus pelanggaran keamanan data.

Namun, dengan jaringan cloud, keamanan data tetap terjamin. Sebagai gudang penyimpanan data, penyedia layanan cloud seperti Google dan Amazon sangat berhati-hati dalam mematuhi standar privasi data seperti HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act) dan GDPR (General Data Protection Regulation).

5. Mempercepat proses pengambilan keputusan

Di masa pandemi, situasi sangat sulit untuk diprediksi. Layanan kesehatan juga harus terus berpacu dengan waktu untuk bisa menyediakan penanganan terbaik. Keputusan harus bisa diambil dengan cepat namun tetap akurat. Mulai dari pembangunan rumah sakit darurat hingga distribusi vaksin, semua keputusannya tidak boleh gegabah.

Dengan mengolah data yang tersimpan dalam cloud computing, bisa diketahui informasi yang dapat mendukung proses pengambilan keputusan. Informasi pun memiliki akurasi tinggi karena didasarkan pada data yang memang benar-benar ada.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa ada banyak sekali manfaat cloud computing bagi layanan kesehatan. Bagi Anda yang tertarik untuk mengeksplorasi implementasi cloud computing lebih jauh, baik dalam sektor kesehatan maupun sektor industri lainnya, dapat menghadiri Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX). Event ini akan membahas bagaimana perkembangan transformasi digital di Indonesia beserta teknologi di dalamnya. Daftarkan diri Anda sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published.